Minggu, 03 Februari 2008

How To Deal With Other People?


TOP INTIP 18 Januari 207 (Aula St. Arnoldus, Bekasi, Pukul 20.00-21.30 WIB)

Pembicara : Luis Handoko, Trainer dari Pertiwi Agung


Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendapat email dari Pak Anang, (anggota milis Paroki St Arnoldus) tentang catatan di HUT KKMK yang ke-12. KKMK adalah Kelompok Karyawan Muda Katolik. Beliau mengatakan katanya sulit untuk menemukan kekhasan di KKMK yang membedakan dengan kategorial lainnya (Mudika, Wanita Katolik, BIR dll). TOP INTIP ala KKMK yang merupakan kegiatan bulanan KKMK mungkin dapat menjadi salah satu JAWABANNYA!


TOP INTIP (TOP INFORMASI DAN TIPS) yang diadakan pada 18 Januari 2007 di aula St Arnoldus, Bekasi, Pukul 20.00-21.30 WIB merupakan TOP INTIPS PERDANA di kepengurusan KKMK tahun ini. TOP INTIPS kali ini hendak mengintip “How To Deal With Other People?” Bagaimana lebih mengenal diri sendiri? Bagaimana cara efektif membangun relasi dan berkomunikasi dengan orang lain sesuai dengan tipe-tipenya?”

Tujuan dari TOP INTIP kali ini adalah membantu peserta lebih mengenali karakter dan tipe –tipe orang lain. Selain tentu saja mengenali kepribadiannya lebih dalam lagi. Diharapkan setelah dapat memahami dan mengerti apa saja yang harus dilakukan dan dihindari saat berhadapan dengan orang lain yang sangat unik. Kita dapat lebih berhasil menjalin komunikasi efektif dan “How to deal with other people?” bukan lagi sebuah pertanyaan sulit. Semoga! Konflik-konflik yang terjadi saat ini, menurutku adalah dampak ketidakmampuan manusia untuk menghadapi orang lain dengan tepat.

“Yuk, supaya lebih santai, saya mau kalian duduk membentuk huruf V. Sayap kiri diisi oleh peserta perempuan dan sayap kanan diisi oleh peserta laki-laki.!” ujar Luis yang menjadi pembicara.


Lalu Luis dengan in focusnya menyuguhkan beberapa gambar menarik yang cukup menantang dan menggelitik hati. Gambar-gambar biasa yang sangat mungkin dipresentasikan dengan seseuatu yang agak berbau pornografi. Nah, di sinilah terlihat jelas bahwa kaum laki-laki sangat cepat mengasosiasikan sebuah gambar ke arah yang mengarah kesana. Sebuah permainan berhitung pun ikut memanaskan aula lama itu. Acara pembukaan yang cukup menarik dan mencairkan suasana menjadi lebih segar dan cukup membuat rasa ingin tahu peserta menjadi lebih lagi. Luis membagikan kuesioner untuk diisi kepada setiap peserta untuk menggali lebih dalam lagi termasuk tipe apakah kita ini? Apakah D, I, S atau C?


Setiap orang terpengaruh dan termotivasi dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang melalui:

ü Penjelasan yang logis dan rasional

ü Paksaan

ü Dukungan, dll


Karena itu cara yang dipakai untuk menghadapi tiap orang tentu saja tidak sama. Pendekatan yang kita pakai terhadap satu orang belum tentu dapat kita gunakan juga kepada orang lain. Menghadapi Bos kita yang termasuk tipe orang D (Dominan) akan sangat berbeda saat kita menghadapi klien kita yang termasuk tipe orang C. Menghadapi pacar kita yang bertipe I juga akan berbeda saat kita menghadapi saudara kita yang bertipe S.


“Lho kok ada 4 huruf, Penasaran dengan D-I-S-C? Yuk kita berkenalan:

  1. Tipe D (Dominan) orang dengan tipe ini lebih cenderung mengutamakan tantangan, tindakan segera, perubahan, profit. Mereka lebih bersikap dominan. Para pemimpin biasanya cenderung merupakan tipe ini.
  2. Tipe I (Influences) orang dengan tipe ini mengutamakan pengakuan, penghargaan, penampilan dan kebanggaan. Umumnya tipe orang ini sangat popular.
  3. Tipe S (Supportiveness) orang dengan tipe ini mengutamakan hubungan social, penerimaan, persahabatan, kekeluargaan. Mereka umumnya adalah para pengabdi masyarakat dan berjiwa sosial tinggi.
  4. Tipe C(Conscientiousness) orang dengan tipe ini mengutamakan keteraturan,kesempurnaan, ketepatan, ketelitian,informatif. Para akuntan, pekerja laboratorium, peneliti umumnya merupakan tipe ini.


“Apakah mungkin satu orang itu berkarakter mutlak D, I, S, atau C?”
ujar seorang peserta.

Jawabannya adalah tidak mutlak. Setiap orang pasti memiliki keempat karakter itu, hanya saja pasti ada yang menjadi kecenderungan. Apakah dia cenderung bertipe D, I, S atau C? atau malah kombinasi antara D dan I misalnya?


“Lalu bagaimana tips-tips nya menghadapi tipe –tipe orang tersebut?Kita harus gimana? Dan apa saja yang seharusnya kita hindari?”


Tips menghadapi tipe orang D-Dominan:

Jelas, spesifik, ‘to the point’

Rapi (organized) dan siap dengan info/file terkait

Berfokus pada urusan bisnis

Kemukakan fakta secara logis

Mengajukan pertanyaan spesifik untuk memperjelas

Menangani masalah sesuai fakta yang ada

Memberikan ‘win-win’ solution

Memberikan pilihan solusi

Tapi jangan lakukan hal ini dalam menghadapi orang tipe D:

Tidak jelas, membuang waktu mereka

Terlihat tidak siap dan rapi (unorganized)

Ngobrol, membicarakan gosip

Mengaburkan masalah

Mengajukan pertanyaan retorik yang tidak perlu

Menjadikannya masalah pribadi

Membuatnya pada posisi salah/kalah

Membuat keputusan untuk mereka

Tips menghadapi tipe orang I-Influences:

Memberikan kesempatan bersosialisasi (‘chit-chat’)

Berbicara tentang orang & keinginannya

Menanyakan pendapat mereka

Memberikan ide

Memberikan keterangan detail secara tertulis

Cepat dan menyenangkan (‘fun’)

Memberikan kesaksian (‘testimonial’)

Memberikan pujian, bonus, insentif

Tapi jangan lakukan hal ini dalam menghadapi orang tipe I:

To the point’, tidak berbasa-basi

Berfokus pada angka/fakta

Banyak merujuk pada aturan/prosedur

Membuat keputusan mengambang

Terlalu berorientasi bisnis

Menyepelekan

Menghabiskan waktu terlalu banyak

Tips menghadapi tipe orang S-Supportiveness

Memulai dengan komentar personal

Menunjukkan perhatian yang tulus

Mendengarkan dengan sabar

Menyodorkan solusi dengan hati-hati dan tidak mengancam

Bersikap informal

Menghindari komentar yang akan menyakitkan

Memberikan jaminan/dukungan pribadi

Memberikan waktu untuk berpikir

Tapi jangan lakukan hal ini dalam menghadapi orang tipe S:

Langsung pada urusan bisnis

Berfokus pada fakta semata

Memaksa respon/keputusan yang cepat

Mengancam

Bertindak cepat dan tiba-tiba

Banyak menginterupsi

Menjanjikan sesuatu yang sulit dipenuhi

Tips menghadapi tipe orang C- Conscientiousness

Siap dan rapi (organized)

Tidak berbelit-belit

Melihat segala aspek dari suatu masalah

Sampaikan secara detail, apa yang bisa dilakukan

Sepakati batas waktu dan ukuran pencapaian

Gunakan data dan fakta dari pihak-pihak berkompeten

Beri waktu untuk membuat keputusan

Beri ruang gerak (fleksibilitas) yang memadai

Tapi jangan lakukan hal ini dalam menghadapi orang tipe C:

Berantakan (disorganized)

Terlalu informal atau personal

Meminta keputusan yang cepat

Kabur atau mengambang

Terlalu banyak berjanji

Menggunakan emosi

Menyentuh mereka

Di akhir acara TOP INTIP kali ini juga dibagikan kuesioner apakah acara ini cukup mencapai tujuannya. Panitia di seksi SDM dan Profesi KKMK cukup berbesar hati karena dari hasil kuesioner yang dibagi tujuan ini dapat terpenuhi dan menjadi bekal berharga dalam berkomunikasi.

Rabu, 30 Januari 2008

Susunan BPH KKMK 2008







MODERATOR : Romo Agustinus I Gede Ardhy Kurniawan, SVD

KETUA : Irmina Misti Ponangsari

WAKIL KETUA : Yustinus Tri Prasetyadi

SEKRETARIS I : Sriliasna

SEKRETARIS II : Lusi Eli Ambarwati

BENDAHARA : Sadwie Mulatsih


BIDANG I (KEROHANIAN DAN LITURGI)

Koordinator : Merti Christiani

BIDANG II (SIE HUMAS DAN INFORMASI)

Koordinator : Agatha Nuli Hening Estuanie

BIDANG III (SIE SDM DAN PROFESI)

Koordinator : Luis Handoko

BIDANG IV (SIE DANA)

Koordinator : Fransiskus Erwinka Bastian

BIDANG V (SIE SOSIAL DAN PEMERHATI)

Koordinator : Budi Mulyono

Rabu, 23 Januari 2008

Kisah Penuh Warna

Oleh: Elsye Christieyani

Matahari sudah tidak kelihatan lagi sinarnya. Dia sudah terlelap di peraduannya. Saat itu menunjukkan pukul 18.30 saat Romo Agus memberikan berkat penutup pada misa sore Sabtu itu. Hujan sudah reda. Menyisakan udara dingin dan basah pada halaman gereja. Beberapa wajah muda berbalutkan seragam batik merah marun tampak menghabur keluar dan saling berjabat tangan dan berciuman pipi mesra. Mengucapkan selamat pada BPH KKMK 2008 terpilih.

*********


Suasana di aula lama St Arnoldus menjadi hangat. KKMK memberi nyawa pada ruangan itu. Pada Misa Sabtu, 5 Januari 2008, sebuah babak baru di kepengurusan 2008 baru saja memulai startnya setelah Romo Agus yang sekaligus sebagai moderator KKMK St Arnoldus melantik beberapa sosok kaum muda terpilih. Kaum muda yang bisa dibilang sudah matang. Tapi tak mau terbuai begitu saja dengan kehidupan duniawi. Tak mau sekedar mengejar karir. Mereka ingin menyeimbangkannya. Mereka punya kerinduan untuk saling berbagi di dalam komunitasnya. Berharap dapat lebih mengembangkan diri dan menemukan kehangatan sebuah “rumah” untuk dapat saling berbagi lebih lagi. Kebanyakan dari mereka adalah perantau dari berbagai daerah. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. Hanya keinginan untuk melayani, keinginan berbagi yang menyatukan mereka pada komunitas KKMK.


Kelompok Karyawan Muda Katolik yang kali ini diketuai oleh Irmina Misti Ponangsari ingin sekali tahun ini menjadi tahun pelayanan yang lebih baik.

Kegiatan KKMK di tahun ini meliputi:

  1. Latihan koor untuk melayani gereja di liturgi atau untuk mengisi acara-acara di luar gereja (Wedding dll)
  2. BASAH (Bincang-Bincang Antar Sahabat), ajang sharing en diskusi santai antar anggota dengan mengangkat berbagai tema menarik (Komunikasi, Cinta, Etika Kerja, Wirausaha dll)
  3. TOP INTIP (Top informasi dan Tips), mengupas banyak informasi dan tips-tips yang berguna untuk dunia muda.
  4. Pertemuan bulanan yang dilakukan secara bergilir di rumah anggota KKMK untuk menjalin keakraban
  5. Safari KKMK yaitu kunjungan KKMK ke lingkungan atau wilayah-wilayah untuk menjalin kekeluargaan dengan kaum muda di tiap lingkungan
  6. Rekoleksi, Retret
  7. Job Fair, Youth Camp, Olahraga, Touring
  8. Ulang tahun bersama. Acara ini rutin dilakukan sebulan sekali bagi setiap anggota KKMK sebagai wujud kepedulian dan perhatian.
  9. Bakti Sosial
  10. Bazaar KKMK dan masih banyak lagi rencana kegiatan di tahun ini

“KKMK bersama kita bisa” ujar Irmina, ketua baru KKMK yang baru saja dilantik saat memberi sambutan pada malam itu.


Selain memperluas relasi dengan teman-teman seiman yang terdiri dari beragam profesi, KKMK juga menjadi tempat yang sangat potensial untuk tempat belajar berorganisasi. Berdinamika bersama-sama untuk saling mengembangkan diri. Saling membantu dan melayani. Jangan khawatir buat yang belum bekerja, karena di KKMK sering ada info lowongan kerja.


Sebuah kebanggaan tersendiri, Mbak Irene selaku coordinator umum KKMKKAJ dan teamnya ikut menyemangati kami malam itu. Di awali dengan perkenalan disambung beberapa kata sambutan dan penjelasan tentang peran KKMKKAJ memberi suasana yang sungguh berbeda malam itu. “Salut untuk KKMK St Arnoldus yang makin bersinar di tahun yang ke-13! Dan untuk tahun 2009, KKMK KAJ akan pesta perak 25 tahun, yuk kita sukseskan acara ini” ujar Mbak Irene.


“Mari kita muaikan KKMK” sambung Pak Wakijo kemudian dalam sambutannya. Menarik dengan kata memuaikan yang dalam pelajaran IPA berarti membesarkan! Pak Wakijo mengajak agar kita bisa sama-sama membesarkan KKMK. Selain Pak Wakijo, Ibu Lupi Adriati selaku ketua Bidang Persekutuan juga hadir malam itu.


Lebih menarik lagi komentar Mas Agus Muryanto,”Target berapa pasang tahun ini?” Ya, tak ada yang tak mungkin bukan, jika sering bertemu lalu saling mengenal dan merasa saling cocok dan saling tertarik satu sama lain. Lalu berlanjut ke pelaminan. Who knows? Tidak hanya di KKMK tapi juga di organisasi manapun. Hal yang lumrah saja.


Aula lama itu juga menjadi saksi akan perhatian BPH KKMK St Arnoldus pada anggota-anggotanya yang berulang tahun di bulan Desember. Ya, mereka dapat banyak doa malam itu, banyak jabat tangan ucapan selamat! Masing-masing juga dapat souvenir cantik dari BPH.


Malam itu juga diberikan tanda penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pengurus BPH KKMK 2007. Support dan dukungan masih dibutuhkan di kepengurusan kali ini. Terima kasih juga untuk Mas Sulis, Mbak Connie, Mas Agus yang merupakan alumni KKMK telah berkenan hadir memberi semangat untuk kami. Networking yang bagus dan terus terjalin punya arti sendiri untuk kami.


Jika tertarik gabung datang aja tiap Selasa dan Jumat Pukul 20.00-21.30

Hub : Nuli 08881826 433, Kus 98094760, Irmi 08129610995

Ga usah bawa apa-apa cukup bawa senyum saja he..he…..

Sabtu, 29 Desember 2007

Konser Koor KKMK di SPC Pancoran

oleh : Elsye Christieyani

Hari-hari berkejaran, waktu saling membalap. Aku pun jadi ikut berlari segera selesaikan banyak hal yang sudah menjadi rutinitasku. Supaya sebisa mungkin bisa ikutan koor en jadi lektornya natalan kelompok Panasonic Gobel. Yup KKMK Arnoldus diminta untuk ngisi koor dan mengatur semua liturgis Perayaan Natal Bersama Kelompok Gobel (PT Panasonic dan beberapa perusahaan lainnya yang termasuk dalam Kelompok Gobel)

Aku hanya sempat datang latihan sebanyak dua kali saja. Selasa dan Jumat sebelum hari H, Minggu 16 Desember 2007. Cukup terkesan dengan Luis yang baru beberapa bulan bergabung telah menjadi pelatih sekaligus dirigen koKooror KKMK Arnoldus. Bagus.....!!!Experience banget ngelatih ya he..he...


Setelah waktu merasa lelah karena detik-detik tak pernah berhenti berloncatan, akhirnya hari H itu datang juga. Minggu, 16 Desember 2007, pukul 06.45 WIB sebanyak 30 orang pendukung team koor dari KKMK St Arnoldus, meluncur menuju Gedung SPC di Gatot Subroto-Jakarta Selatan (Pancoran) dengan sebuah bus TNI AL dan sebuah mobil carry.


Pukul 07.30 WIB, kita akhirnya sampai di Gedung SPC itu, yang akan menjadi saksi paduan suara kita. Wajah-wajah cantik dan ganteng-ganteng berjalan tegap dan berbalutkan seragam batik merah marun memasuki ruangan yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara Natal bersama Kelompok Gobel Panasonic. Ruangan itu cukup besar. Lebih besar dari gereja kita di St Arnoldus. Di belakang altar, dekorasinya sebuah goa besar dengan desain cantik, di sebelah kiri ada pohon natal yang tingginya 3 meter lebih juga dengan segala hiasan dan semua ornamen berwarna. Tirai-tirai di sekitar altar juga dipadu padan warna pastel lembut, pink, ungu muda dan putih. Cantik dan lembut menyiratkan terang natal yang damai di hati umatnya. Tanaman-tanaman hias dan hijau di bawah panggung memberi suasana segar.


Hujan gerimis menciptakan suasana yang lengang di gedung itu, bangku-bangku yang berjumlah 850 buah belum terisi penuh semuanya, meskipun waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Tetapi kesibukan panitia terlihat jelas di semua sudut gedung itu. POKE ENTERPRISE yang jadi Even Organizernya loh....Ada yang sibuk siapkan drama natal, sibuk urus konsumsi, sibuk siapkan sinterklas dan hadiah2 natal untuk anak-anak, sound system, peralatan dan banyak lagi.


Pukul 09.30 Ibadah Natal dipimpin Romo Yosef dari Rawamangun dimulai. Semua mengalir dengan baik. Khotbah natal yang disampaikan juga sangat menarik, lewat cerita-cerita dan simbol membuat lebih berkesan di hati. Begitu juga dengan lagu-lagunya yang kami santap dan kunyah dengan pita suara kami, rahang vocal kami, olah mulut kami dan penjiwaan hati kami (seperti yang dipesankan Luis he..he..)


Selesai acara ibadah, ada satu kalimat penghiburan yang cukup menyenangkan di telinga kami " Kalo yang umat yang datang tadi tidak terlalu mengerti musik, kalian tidak hanya dinilai 100 tapi 150! Tapi jika yang datang tadi bener2 mengerti musik ya nilainya menjadi 70! Cukup baik" ujar Luis di balik panggung ketika acara selesai.
Ya, kami berusaha memberi yang terbaik, biar gak sia-sia sering pulang malam sampe jam 22.30 lewat jika latihan koor.


Kami juga cukup terhibur tampil narsis kemarin, jadi dancer heboh saat band nyanyi lagu-lagu riang Natal. Pengarah gayanya ya Sdr. Victor Soni dan Kus he..he.... Tertawa-tawa dan bercanda-canda luapkan sukacita kebersamaan di Natal Panasonic Gobel siang itu.


Jumat, 28 Desember 2007

ImpianKu Bersamamu

Oleh Ita Christin dan Sriliasna


Impianku bersama-Mu

Terindah, tersirat semakin dalam.

Tuhan mungkinkah aku mencintaiMu?

Awal ini …

Hari ini..

Jalan ini kutempuh..

Terbayang…

bila TUHAN terlambat kita agungkan…

Semua bisa jadi amarah dan murka yang tak bisa kita hadapi..

Tidak perlu itu..KAWAN..

Semua bisa dilewati cukup dengan mencintaiNya..seperti pada tema retreat KKMK pada bulan Maret kemarin..SANGGUPKAH AKU MENCINTAIMU???

Retreat yang indah ..baru, menyejukkan…

Tak terasa 3 hari … begitu cepat untuk mengenal teman dan saudara kami yang baru kami kenal, dari Jabotabek hingga Purwakarta..dan juga waktu yang sempit untuk mengenalmu lebih erat …

Di sertai dengan hidangan yang istimewa di antara rumput, daun, batu, pohon,

air, udara, tanah dan sebuah pelita yang ingin bersinar..

Dengan penghayatan diri yang amat dalam..

Belajar mengerti tentang dunia dan juga keinginan batin.

Sebuah cahaya hidup dengan mencintaiMu..

Berjuta harapan dan asa tertuju padaMu..

Dalam perjalanan memikul Salib..

jauh dan berkelok..

tanpa alas kaki dengan mata tertutup..

mencoba mengerti penderitaanMu mencintai kami

Doa doa dan angan selalu terucap dalam batin.

Hanya padaMu.

Banyak cerita indah..retreat yang tak bisa dilupa..teramat berkharisma..begitu banyak impian bersamamu..hingga waktu berakhir..SANGGUPKAH AKU MENCINTAIMU??

(J “Ita Christin” J)


Memasuki masa Prapaskah, bulan Maret yang lalu, KKMK St. Arnoldus mengadakan Retret untuk dapat lebih merefleksikan diri. Retret ini diketuai oleh Saudara Masdarina Hutajulu di Wisma Mekar Raya-Cisarua Bogor yang dilaksanakan 3 hari 2 malam pada hari Sabtu s/d Senin tanggal 17 – 19 Maret 2007. Romo Pungki Setiawan SVD sebagai pembimbing rohani dan Ibu Scolastica Lupi Adriati sebagai Ketua Bidang Persekutuan, ikut hadir mendukung acara ini. Peserta berasal dari beberapa Paroki yaitu Paroki St. Ana, Hati Kudus Kramat, St. Stela Maris, St. Paskalis, Paroki Salvator dan St. Arnoldus sendiri yang merupakan panitia retret ini. Jumlah peserta kurang lebih berjumlah sekitar 60 orang.

Sabtu, 17 Maret 2007 “I have been Loved”

Rombongan berangkat dari lapangan parkir St. Arnoldus pukul 17.00 dan tiba di lokasi pukul 21.30 WIB. Setelah bersantap seadanya, acara dimulai dengan perkenalan dan pembagian kelompok yang dikemas menarik dalam berbagai ice breaking yang menyegarkan. Setelah itu, peserta diajak untuk masuk ke session permenungan pribadi tentang Allah yang maha cinta dan dilanjutkan dengan ibadat malam dalam bentuk Kompletorium. Peserta mengikuti dengan penuh semangat dan khusuk walau dalam kondisi lelah dan ngantuk. Sakramen Rekonsiliasi pun ditawarkan bagi rekan-rekan yang ingin mengaku dosa.


Minggu, 18 Maret 2007, “He Love Me, I Will Love Him”

“He Love Me, I will Love Him” merupakan tema hari ke dua retret yang diawali dengan Sakramen Ekaristi pada pukul 06.30 WIB yang dilanjutkan dengan sarapan pagi. Sesi pertama pada hari itu bertajuk In The River of Life”, yang dibuka dengan penuturan pengalaman hidup Ibu Lupi dari masa kanak-kanak hingga sekarang dimana beliau menyerahkan segala perjalanan hidupnya kedalam tangan Tuhan. Selanjutnya Romo memberikan ilustrasi dan pertanyaan: “Temukanlah ± 10 peristiwa hidup (mengesankan, menggembirakan atau menyedihkan) dimana Tuhan campur tangan dan apa alasan Tuhan campur tangan dalam peristiwa itu?” Pertanyaan itu sebagai bahan refleksi dan permenungan pribadi dimana peserta dituntun untuk merenungkan peristiwa-peristiwa yang telah dilalui dari masa kecil hingga saat ini yang kemudian di-share-kan dalam kelompok kecil dan dibantu dengan bacaan panduan dari Kitab Kejadian..Sesi ke dua dimulai pukul 11:45 WIB dengan tajuk “Dipanggil untuk Mencintai”. Dalam hal ini prosesnya pun sama dengan sesi pertama bahwa peserta diarahkan dengan ilustrasi dan pertanyaan juga bacaan penuntun untuk perenungan pribadi dari 1 Kor 13:1-2, Mat 4:18-22, Mar 1:16-20 dan Luk 5:1-11.Disini peserta berusaha menggali kualifikasi dan potensi yang dimiliki bila ingin mengajukan lamaran kepada Tuhan dan criteria apa yang diterapkan Tuhan untuk menjadi karyawanNya.Setelah selesai persiapan pribadi, pukul 15.30 dilanjutkan dengan acara Xpressi dimana setiap kelompok menyumbangkan satu atraksi. Disini dapat dilihat kebolehan dan bakat para kaum muda dalam mengekspresikan diri mereka yang bisa diacungi jempol.Setelah sejenak dihibur dengan atraksi dalam Xpressi, acara dilanjutkan dengan sesi ke tiga yaitu”Menjawab Panggilan Allah dengan Iman yang Mengubah Dunia”. Retret hari ke dua ditutup dengan Jalan Salib dan Pembasuhan Kaki yang dilakukan per kelompok.


Senin, 19 Maret 2007,
"To Love or Not To Love"

Hari terakhir yang bertema “2 Love or Not 2 Love” yang diawali dengan Doa Semesta yang ditutup dengan Ekaristi Pengutusan dimana disebutkan niat-niat peserta kedepan dan terakhir evaluasi, pesan dan kesan untuk retret yang diselenggarakan. Walau masih banyak kekurangan namun ada beberapa hal yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari retret ini yaitu selain menambah kedekatan dan kebersamaan, kita juga memiliki lebih banyak waktu untuk merenung dan merefleksikan diri. Mendengarkan suara-suara Tuhan melalui suara-suara benda yang berada di alam sekitar termasuk suara Tuhan dalam setiap session yang telah dilalui bersama. Semoga apa yang didapat dalam retret ini hendaknya tidak hanya disimpan sendiri tapi dapat dibagi-bagikan dalam bentuk karya nyata.

(by Sriliasna)

Keterbukaan Dalam Sebuah Relasi

Bincang Bincang Antar Sahabat, Episode Bulan Juli 2007, Jatuh pada hari Selasa, 17 Juli 2007.


Diskusi yang cukup santai dimalam itu kami mulai kira-kira pukul 20.15 WIB (Hmm..ternyata kebiasaan ngaret masih harus kami upayakan terus menerus untuk dapat berkurang)

Setelah doa pembukaan, dengan peserta yang hadir baru kira-kira 8 orang, sang moderator (baca : Kus) segera melempar sebuah pertanyaan tentang tema pada malam itu ttg Keterbukaan.

Sejauh mana sih seseorang itu mau terbuka terhadap pasangannya ?” (Maaf karena waktu yang amat singkat, keterbukaan yang kami bincangkan dimalam itu memang kami batasi pada scope hubungan antara pria dan wanita sebagai seorang kekasih saja)

Mau tahu jawaban2 diantara kita :

  • Cowo : “Sebaiknya ya semua kebaikan dan keburukan yang ada dibuka jujur kepada pasangan, agar nantinya dikemudian hari tidak ada masalah”
  • Cewe : “Harus dilihat dulu tingkat keseriusan hubungan-nya, bila masih PDKT ya sebaiknya jangan terlalu dibuka, tetapi bila sudah pacaran serius atau sudah tunangan barulah sebaiknya jangan ada yang ditutup-tutupi terutama tentang hal negatif yang kita punyai.

Pertanyaan selanjutnya adalah “ Kapan sih waktunya kita harus terus terang alias buka-bukaan tentang sesuatu pengalaman / sesuatu hal yg mungkin lebih cenderung negatif itu ?”

  • Cewe : “Tentu saja untuk menjaga hubungan agar tetap baik, maka sebaiknya diutarakan secara bertahap dan dicari waktu/moment dan suasana yang pas/sesuai”
  • Cewe : Ada sharing tentang pengalaman seorang wanita yang pada tahap awal sebelum pacaran / PDKT si cewe mulai terbuka dan mencoba untuk jujur terhadap pasangan tentang pengalaman buruk-nya yang mungkin sangat membuat kaget si cowo, sehingga ketika si cewe hendak menyatakan perasaan cintanya si cowo menolak dengan alasan bahwa si cowo juga mempunyai suatu latar belakang yang buruk dan nanti bila diteruskan pada tahap yang lebih serius(pacaran) malah akan menjadi tidak baik bagi keduanya…..(hiks hikss alasan ..aja kali ya)

Wah..wah dari contoh kasus diatas, pertanyaannya adalah ,apakah si cewe salah langkah ?

Setelah berbagai pendapat disampaikan sebagai tanggapan atas kasus tersebut, maka bisa diambil garis tengahnya bahwa kita sebaiknya melihat kasus per kasus, mungkin saja di lain pihak dengan kasus yang sama si cowo mau menerima, namun secara umum untuk meminimalisir hal tersebut sebaiknya keterbukaan itu dilakukan secara bertahap dan melihat situasi dimana bisa dilihat batas maximum mana kita perlu terbuka pada saat itu.

Nah…muncul deh pertanyaan berikutnya …(Ups..ini diskusi apa interview…he..he..)

Batas maximum yang seperti apa sih tentang latar belakang negatif yang kita punya dibuka secara terus terang kepada pasangan kita ?

(Di sini peserta berdatangan lagi satu per satu sampai akhirnya kami sharing seru ber-15 orang).

Contoh kasus yang dilempar moderator adalah :

· Apabila pasangan kita berterus terang bahwa dia mengidap HIV.(Batas yang maximumnya kali ya…)

Jawaban peserta sebagian besar cewe adalah memilih untuk mundur dan tidak melanjutkan hubungan kearah yg serius, tetapi tetap memberi dukungan sebagai teman untuk supaya pasangan sembuh.(Is it possible ? apa gak malah tambah desperate tuh pasangannya )

· Apabila di keluarga pasangan mempunyai penyakit keturunan yang cukup membahayakan ?

Jawaban peserta sebagian besar adalah memilih untuk membicarakannya secara baik-baik dengan pasangan untuk mencari jalan keluarnya (Cukup wise juga ya…he..he..)

· Apabila pasangan kita ternyata sudah tidak virgin atau malah sampai melakukan aborsi (nah lo…maximum mana sama HIV ya..), sepertinya contoh kasus yang ini banyak diminati untuk ditanggapi peserta, so kita simak jawaban2nya sbb :

o Cowo : “Kalau ditanya Keperawanan itu penting atau tidak penting
maka saya akan menjawab penting sekali, namun dilihat juga hubungan yang terjalin sudah serius atau belum.Kalau memang serius tentu tidak begitu saja meninggalkan si cewe, tapi dibicarakan dulu untuk dicari tahu alasankenapa sampai tidak
virgin, kalau memang dirasa alasannya tidak bisa diterima ya harus diputuskan secara baik-baik”.
(Hmm..cukup bijaksana dalam membuat orang menderita
he..he..)

o Cowo : “Inginnya sih mendapat cewe yang masih virgin, tp kalau melihat situasi yang berkembang dewasa ini apalagi menurut hasil survey di Jakarta remaja wanita seusia SMP tercatat 30% sudah tidak virgin…mungkin tidak bisa terpenuhi tuntutan mendapat cewe virgin 100% , tapi bukan berarti sulit ditemukan cewe virgin. Masih banyak cewe yang mempunyai perilaku yang baik”

o Cowo : “Kalau disuruh pilih…….ya saya pilih yang perawan”
Caranya tahu /milih gmn ? (kata seorang peserta cowo yg lain) “Ya saya akan coba dulu ha..ha……”

“Huuu…..ini nih yang membuat cewe tidak virgin ..!” teriakan protes dari para peserta mulai membuat gaduh suasana.

Namun tak lama kembali sedikit hening dengan komentar salah satu peserta cewe :

Virgin dan tidak virgin yang seharusnya adalah tidak di tekankan hanya pada cewe, yang menjadi permasalahan adalah tentang perilaku si cewe atau cowo tersebut kenapa bisa menjadi tidak virgin ?

Apabila tingkat hubungan sudah serius dan mengarah ke pernikahan (emang ada ya pacaran yg gak mengarah ke nikah …J?), tentu kuncinya adalah kejujuran. Misalkan si cewe di posisi yg sudah tidak virgin, maka si cewek sebaiknya mencari waktu yang tepat untuk dibicarakan secara jujur, apapun hasilnya nanti harus siap even si cowo akan meninggalkannya dan anggap ini sebuah konsekwensi. Sebaliknya si cowo juga sebaiknya mau mendengarkan dan bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan. Pada dasarnya tiap individu punya kelebihan dan kekurangan (sudah satu paket katanya), dan ukuran kekurangan itu masih bisa diterima atau tidak tentu hanya kedua orang yang besangkutan yang bisa memutuskannya.(Idealnya sih begitu……he”)

Karena malam itu sudah menunjukkan pukul 21.45 maka moderatorpun segera menutup bincang-bincang dengan mempersilakan Frater Robby yang suaranya begitu lembut (nyaris tak terdengar……katanya….) memimpin doa sekaligus doa untuk seorang sahabat aktifis KKMK yaitu Elsye yang sakit dan esoknya akan menjalankan operasi.

Eh lupa, sebelum penutup Frater juga dimintai pendapatnya tentang virgin dan tidak virgin…(halah….tetep) menurut pandangan gereja.

“Tentu saja perilaku hubungan sex pranikah dilarang oleh agama Katolik juga dan itu ada dalam alkitab”…begitu kata frater.

Ok Sahabat KKMK itu sedikit resume BASAH bulan Juli 2007, semoga bermanfaat……..

Sampai ketemu di BASAH episode Agustus mendatang dengan tema yang lebih menarik tentunya…….

GBU all
irmina

MUSIK LITURGI

RESUME SEMINAR KECIL

“MUSIK LITURGI” (oleh Ari)

Aula Atas, Selasa, 25 September 2007

PEMBUKAAN

Acara Seminar Kecil dibuka dengan doa pembukaan dipimpin oleh saudari Irmi, pada pukul 20.15 WIB dan dihadiri 20 orang lebih anggota KKMK.

Sebuah paduan suara gereja yang bertugas dalam perayaan ekaristi, ikut bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran perayaan ekaristi dan terlebih pada kekhusukan doa yang menghubungkan secara spiritual antar umat dan Allah. Bene Cantat Bis Orat, yang artinya bernyanyi dengan baik sama dengan dua kali berdoa. Namun, harus kita ketahui bahwa lagu-lagu liturgis sajalah yang pantas dinyanyikan dalam perayaan ekaristi.

Ø Apa Itu Liturgi ?

Liturgi berasal dari kata leitos (umat) dan ergon (karya), yang bermakna karya Tuhan bagi umatNya. Liturgi adalah karya penyelamatan Allah (pembebasan manusia dari dosa dan maut yang berpuncak pada wafat dan kebangkitan Kristus ~ “garis turun”) dan jawaban manusia pada Allah (“garis naik”). Dalam karya penyelamatan ada prinsip persaudaraan (komunal / kebersamaan). Lingkaran Liturgi:

* Inti / lingkaran pertama : perayaan ekaristi

* Lingkaran kedua : perayaan sakramen-sakramen

* Lingkaran ketiga : prayaan sabda dan ibadat harian

* Lingkaran keempat : pemberkatan, doa bersama, doa lingkungan, ziarah, dsb

Doa perorangan atau devosi pribadi tidaklah termasuk dalam liturgy. Criteria liturgy adalah kebersamaan, himpunan, persatuan orang percaya yang mengimani Kristus. Unsur pokok dalam perayaan litugi adalah Sabda Allah, nyanyian, renungan dan doa.

Ø Apa Itu Musik Liturgi ?

Dalam Konstitusi Liturgi (KL), yang merupakan salah satu dari Konsili Vatikan II, disebutkan dan ditegaskan bahwa nyanyian dan musik adalah liturgi (KL. 112). Syarat-syarat nyanyian disebut liturgis:

* Bila tujuannya bukanlah untuk menghibur diri, melainkan untuk semakin memuliakan Allah. Dalam perayaan liturgi, kita (umat) bukanlah penyelenggara melainkan tamu, maka sewajarnya bila kita bersyukur, memuji, dan memuliakan Dia yang dengan tulus telah mengundang kita, bukanlah menghibur diri.

* Syair nyanyian harus berbobot, menimba dari Kitab Suci, teks liturgi dan memiliki aspek teologis. Bukan sekedar ungkapan devosi pribadi.

* Lagu mengungkapkan isi syair, menyatu dengan syair, mengungkapkan syukur, permohonan, pewartaan, renungan, kesanggupan, iman, harapan, kasih.

* Nyanyian liturgi harus diciptakan khusus untuk liturgi, tidak boleh diambil alih dari luar (kontrafaktur), contoh: Mother How Are You Today.

* Tujuan nyanyian liturgi adalah untuk bersyukur, untuk berdoa, mewartakan Sabda Allah, mengisi kegiatan liturgi tertentu (contoh: Ziarah ke GM), mempersatukan umat (contoh: Lagu pembukaan), dan memperindah liturgi. Maka nyanyian harus dipilih sesuai dengan tujuannya dan atau kedudukannya dalam liturgi.

* Liturgi adalah perayaan seluruh umat. Musik / nyanyian liturgi adalah perwujudan partisipasi aktif dan sadar utama dari jemaat dalam liturgi. Maka umat harus diikutsertakan.

* Tugas paduan suara adalah untuk menyemangati umat, berdialog dengan umat, dan memperindah nyanyian umat dan liturgi. Nyanyian ibada merupakan hak umat dan tidak boleh dirampas oleh paduan suara..

* Musik dan yanyian liturgi makin berarti dan meyakinkan, makin diselenggarakan dengan sungguh-sungguh apabial didukung sepenuhnya oleh sikap iman para petugas.

* Agar membantu umat berjumpa dengan Alaah secara wajar, maka sebaiknya diperkaya dengan unsur budaya musik setempat / inkulturasi, sejauh musik tersebut dapat membantu dan membentuk sikap religius.

Nyanyian / musik liturgi adalah nyanyian / musik yang turut serta / ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Yang termasuk didalamnnya adalah:

* Lagu Gregorian, jenis lagu ini mendapat tempat istimewa karenak melagukan syair.

* Musik unisono (satu suara) dan polifon (paduan suara) lama dan baru (termasuk inkulturasi).

* Lagu-lagu Taize dan Karismatik (dikhususkan untuk ibadat Taize dan Karismatik).

* Musik instrumental untuk organ atau alat musik lain yang dapat dimainkan pada saat komuni / sebelum misa dimulai untuk membangkitkan suasana khusuk dan doa.

* Nyanyian liturgis umat (termasuk juga lagu yang diciptakan untuk devosi bersama seperti ziarah)

Ø Nyanyian Pop Rohani

Alasan bahwa lagu pop rohani tidak layak / pantas dinyanyikan dalam perayaan liturgi:

* Kebanyakan lagu pop rohani diciptakan cenderung sebagai lagu selingan tanpa tujuan liturgis

* Ungkapan devosi perorangan seadanya yang sering tidak ambil pusing dengan masalah teologi

* Lagu sering monoton, kurang berseni. Biasanya agar nampak megah dan indah dikompensasikan dengan iringan dan aransemen yang wah.

* Hanya sebagai hiburan, untuk dinikmati, melupakan stress, dan menambah koleksi lagu

* Sebagai komunikasi horizontal agar tercipta sebuah kebersamaan dan dikagumi orang

LAIN-LAIN

Dalam hal ini diisi dengan beberapa pertanyaan oleh peserta seminar kepada narasumber (saudara Ari), yang dimoderatori oleh saudara Luis:

Ø Apakah benar menyanyi adalah sama dengan berdoa dua kali?

Ungkapan tersebut adalah benar, bernyanyi pun sebenarnya juga turut berdoa dan bertatap muka dengan Allah, maka bila bernyanyi dengan baik sama dengan dua kali berdoa.

Ø Seberapa serius St. Arnoldus menerapkan musik liturgi?

Di St. Arnoldus belum seluruhnya menerapkan musik liturgi, belum ada orang khusus yang mampu mengkoordinir musik liturgi yang sebenarnya.

Ø Seperti apakah standar lagu pernikahan?

Lagu pernikahan umumnya standar, dikonfirmasikan antara petugas koor, pengantin dan romo.

KESIMPULAN

1. Liturgi adalah karya penyelamatan Tuhan kepada umatNya

2. liturgi adalah perayaan iman, maka tujuan nyanyian liturgi adalah untuk bersyukur, untuk berdoa, mewartakan Sabda Allah, mengisi kegiatan liturgi tertentu (contoh: Ziarah ke GM), mempersatukan umat (contoh: Lagu pembukaan), dan memperindah liturgi. Maka nyanyian harus dipilih sesuai dengan tujuannya dan atau kedudukannya dalam liturgi.

3. Nyanyian pop rohani tidak pantas dinyanyikan dalam perayaan liturgi

PENUTUP

Ditutup dengan doa penutup oleh saudari Merti (pukul 21.50 WIB).

Notulis oleh :Lusi Ambarwati