Kamis, 17 Juli 2008

HOW TO GET A BETTER LIFE?

”Jangan meletakkan telor dalam satu keranjang, kalo jatuh atau hilang pasti habis semua.”

Oleh : Sri Wening Utami

Jumat, 23 Mei 2008, Seperti layaknya seorang dosen, Pak Adi Siswadi SE MM, Manager di Perusahaan Multinasional, sekaligus dosen di berbagai universitas membuka acara TOP INTIP KKMK kali ini dengan menulis tiga rumus sederhana yaitu:

Rumus:

I = C + S (Income = Consumption + Saving)

S = I – C (Saving = Income – Consumption)

C = I – S (Consumption = Income - Saving)

I adalah Income, C adalah Consumption, S adalah Saving

Rumus di atas hendak menjelaskan bahwa kebanyakan orang menabung dengan menggunakan rumus S= I – C. Tetapi ini adalah hal yang kurang bijaksana, karena menabung tidak direncanakan. Pada kenyataannya ini sulit diterapkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk berlaku konsumtif.

Rumus yang bijaksana adalah I-S=C

Menabung (Saving) adalah direncanakan di awal saat kita terima pendapatan. Sisanya baru kita gunakan untuk kebutuhan kita sesuai dengan pos posnya sendiri.

Pak Adi mulai memancing peserta dengan memberikan pertanyaan “Siapakah orang kaya itu?” Jawaban dari rekan-rekan peserta sangat bervariasi ada yang bilang orang banyak duit, orang yang bisa memenihi kebutuhannya sampai orang yang bisa menabung.

Dan apakah jawabannya:

Orang kaya adalah orang yang Cast Flownya Positif dan orang yang punya asset lebih besar dari kewajibannya.


Kenapa kita perlu menabung?


Income kita akan seperti kurva, kita akan mendapatkan income setelah umur sekian dan akan pensiun pada umur tertentu, padahal kebutuhan kita ada sejak kita lahir sampai kita mati, that’s why we need to saving.

Macam2 tabungan (saving):

  1. Jangka pendek (<>

Contoh : deposito, menabung dirumah (celengan, bawah kasur dll), tabungan.

  1. Jangka Menengah (1 – 5 tahun)

Contoh: reksadana, obligasi, main saham, emas

  1. Jangka Panjang (> 5 tahun)

Contoh: Saham, property, emas, asuransi.

Pak Adi kemudian mulai memancing dengan pertanyaan lagi, Mengapa kita tidak menabung dalam bentuk uang saja dan beberapa jawaban yang muncul:

  1. Dalam bentuk uang akan cenderung cepat habis
  2. Bila pegang uang akan boros
  3. Uang tidak akan berkembang
  4. Bila kita menyimpan dalam bentuk uang saja maka angka dari uang itu akan bertambah namun nilai dari uang tersebut akan semakain berkurang.

Tabungan jangka menengah:

  1. Reksadana

Investasi dalam bentuk saham, dalam jumlah besar dan ada pialang yang memantau.

  1. Obligasi

Tiap tahun dapat diambil bunganya saja, kemudian dapat dijual kembali.

  1. Valas

Dalam bentuk fisik atau rekening

  1. Orec

Resiko besar, tidak dianjurkan menimpan dalam bentuk ini.

  1. Logam Mulia

Bisa disimpan tanpa mengurangi nilainya.

Tabungan Jangka Panjang

  1. Properti (tanah, rumah)

Properti bisa naik drastis (lokasi strategis), tapi juga bisa turun drastic (ex: banjir, gempa, deket TPA). Kelemahan dari property adalah lebih susah untuk dicairkan.

  1. Logam Mulia

Sebaiknya dilengkapi dengan sertifikat sehingga lebih save kalo mo dijual lagi.

  1. Assuransi

Kelebihan dari assuransi adalah selain menabung dan mendapatkan bungan kita juga mendaparkan proteksi.

Dari kesemua bentuk tabungan diatas tabungan yang mana yang paling baik :

Jangan meletakkan telor dalam satu keranjang, kalo jatuh atau hilang pasti habis semua.

Jangan menabung pada satu macam tapi bermacam2 sehingga bila satu jatuh tidak akan jatuh semua.

Kesimpulan:

Sebisa mungkin kita harus saving berapapun pendapatan yang kita dapatkan setiap bulannya. Saving sebaiknya jangan hanya di satu tempat tapi diberbagai tempat sehingga bila ada yang jatuh tidak jatuh semua. Tabungan dan Investasi dapat membuat hidup kita lebih baik di masa depan yang serba tidak pasti.

1 komentar:

sisca mengatakan...

mantap laporan pandangan matanya :)
ditunggu laporan INTIPS selanjutnya